Skip to content
Groedu AcademyGroedu Academy
  • Home
  • Profile
  • Partner
    • Digital Platform
    • LSP BNSP
  • Produk
  • Artikel
  • Kontak
Free training consultation
Groedu AcademyGroedu Academy
  • Home
  • Profile
  • Partner
    • Digital Platform
    • LSP BNSP
  • Produk
  • Artikel
  • Kontak

STRATEGI MARKETING PRODUK BARU AGAR REPEAT ORDER

Home » Artikel » STRATEGI MARKETING PRODUK BARU AGAR REPEAT ORDER
Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape
Artikel

STRATEGI MARKETING PRODUK BARU AGAR REPEAT ORDER

  • 16/07/2026
  • 0

Dalam menjalankan strategi marketing untuk produk baru, bisnis tidak boleh hanya mengejar pembelian pertama, tetapi juga harus membuat pelanggan mau membeli lagi. Simak panduan strategi marketing produk baru agar pelanggan tidak hanya mencoba sekali, tetapi juga kembali melakukan repeat order secara konsisten. Banyak bisnis merasa puas ketika produk barunya mulai laku di awal peluncuran. Padahal, tantangan yang lebih besar justru muncul setelah itu, yaitu bagaimana cara menjaga agar pelanggan tetap tertarik, puas, dan mau membeli ulang.

Repeat order menjadi tanda penting bahwa pelanggan percaya dengan produk Anda. Ketika pelanggan membeli kembali, mereka menunjukkan bahwa produk tersebut sesuai dengan kebutuhan, harga, kualitas, dan pengalaman yang mereka harapkan. Karena itu, bisnis perlu menyusun strategi sejak awal agar produk baru tidak hanya ramai saat promosi, tetapi juga mampu menciptakan penjualan berulang.

Mengapa Marketing Produk Baru Perlu Fokus pada Repeat Order?

Banyak pemilik bisnis terlalu fokus pada cara menarik pelanggan baru. Mereka membuat promosi besar, memberikan diskon, memasang iklan, atau membuat kampanye peluncuran yang menarik perhatian. Semua cara ini memang penting, terutama saat produk baru belum dikenal pasar. Namun, bisnis tidak bisa terus bergantung pada pelanggan baru.

Mencari pelanggan baru biasanya membutuhkan biaya lebih besar. Bisnis harus mengeluarkan dana untuk iklan, promosi, konten, tenaga sales, dan berbagai aktivitas pemasaran lainnya. Sebaliknya, pelanggan lama sudah mengenal produk Anda. Mereka sudah pernah membeli, mencoba, dan merasakan manfaatnya. Jika pengalaman pertama mereka baik, peluang untuk membeli ulang akan lebih besar.

Repeat order juga membantu bisnis menjaga arus penjualan. Produk baru yang hanya laku di awal bisa membuat bisnis terlihat ramai sementara, tetapi tidak kuat dalam jangka panjang. Sebaliknya, produk yang mampu menciptakan pembelian berulang akan membantu bisnis tumbuh lebih stabil.

Pelanggan yang melakukan repeat order juga bisa menjadi media promosi alami. Mereka dapat merekomendasikan produk kepada teman, keluarga, rekan kerja, atau komunitasnya. Rekomendasi dari pelanggan sering kali lebih dipercaya daripada iklan, karena calon pembeli melihat pengalaman nyata dari orang lain.

Strategi untuk Produk Baru agar Mendapat Repeat Order

Agar produk baru mendapat repeat order, bisnis perlu memahami pelanggan dengan baik. Anda harus tahu siapa target pasar Anda, masalah apa yang mereka hadapi, dan alasan apa yang membuat mereka tertarik membeli produk tersebut. Jika Anda memahami hal ini, Anda bisa membuat pesan promosi yang lebih tepat dan mudah diterima.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan yaitu menjelaskan manfaat utama produk. Jangan hanya mengatakan bahwa produk Anda bagus. Jelaskan mengapa produk itu penting, masalah apa yang bisa diselesaikan, dan keuntungan apa yang pelanggan dapatkan setelah membelinya.

Misalnya, jika Anda menjual produk makanan, jelaskan rasa, kualitas bahan, kepraktisan, atau momen yang cocok untuk menikmatinya. Jika Anda menjual alat rumah tangga, jelaskan bagaimana produk tersebut membantu pekerjaan menjadi lebih mudah, cepat, atau hemat tenaga. Semakin jelas manfaatnya, semakin mudah pelanggan memahami alasan untuk membeli ulang.

Selain itu, bisnis juga perlu membuat pengalaman pembelian yang mudah. Pelanggan harus bisa mendapatkan informasi dengan cepat, memesan dengan sederhana, membayar tanpa ribet, dan menerima produk sesuai harapan. Jika proses pembelian pertama terasa sulit, pelanggan bisa malas membeli lagi.

Bangun Kesan Pertama yang Baik

Produk baru membutuhkan kesan pertama yang kuat. Pelanggan belum mengenal produk Anda, sehingga mereka masih memiliki keraguan. Mereka mungkin bertanya, apakah produk ini benar-benar bagus? Apakah harganya sepadan? Apakah pelayanannya bisa dipercaya?

Untuk menjawab keraguan tersebut, bisnis harus memberikan informasi yang jelas. Tampilkan manfaat produk, keunggulan, cara penggunaan, harga, foto produk, testimoni awal, dan cara pemesanan. Jangan membuat pelanggan harus bertanya terlalu banyak hanya untuk memahami produk Anda.

Kesan pertama juga muncul dari cara Anda melayani pelanggan. Jika pelanggan menghubungi bisnis melalui WhatsApp, pastikan tim Anda menjawab dengan cepat, sopan, dan membantu. Respons yang lambat bisa membuat pelanggan ragu. Apalagi jika produk tersebut masih baru dan belum memiliki banyak bukti kepercayaan.

Selain itu, pastikan produk yang diterima pelanggan sesuai dengan janji promosi. Jangan membuat klaim berlebihan hanya demi menarik pembelian pertama. Jika pelanggan merasa kecewa, mereka tidak akan membeli ulang. Bahkan, mereka bisa memberikan ulasan buruk yang merugikan reputasi produk.

Berikan Edukasi kepada Pelanggan

Produk baru sering membutuhkan edukasi. Pelanggan mungkin belum tahu fungsi, manfaat, cara pakai, atau perbedaan produk Anda dengan produk lain. Karena itu, bisnis perlu membuat konten edukasi yang sederhana dan mudah dipahami.

Konten edukasi bisa berbentuk artikel, video pendek, infografis, katalog digital, demo produk, atau postingan media sosial. Tujuannya bukan hanya menjual, tetapi juga membantu pelanggan memahami produk dengan lebih baik.

Misalnya, bisnis makanan bisa membuat konten tentang cara penyajian, bahan unggulan, waktu terbaik untuk konsumsi, atau ide penggunaan produk. Bisnis alat rumah tangga bisa membuat konten tentang cara pakai, cara merawat produk, dan manfaat produk dalam kegiatan sehari-hari.

Edukasi membuat pelanggan merasa lebih yakin. Mereka tidak hanya membeli karena promosi, tetapi karena paham manfaat produk. Ketika pelanggan memahami nilai produk, mereka akan lebih mudah membeli ulang.

Buat Program Pembelian Ulang

Repeat order tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Bisnis perlu memberi alasan tambahan agar pelanggan mau kembali membeli. Salah satu caranya yaitu membuat program pembelian ulang.

Program ini bisa berupa voucher untuk transaksi berikutnya, poin loyalitas, bonus produk, paket bundling, diskon khusus pelanggan lama, atau promo pembelian kedua. Program seperti ini dapat mendorong pelanggan untuk kembali lebih cepat.

Namun, bisnis tetap harus menghitung keuntungan dengan hati-hati. Jangan membuat promo yang terlalu besar sampai merugikan bisnis. Promo juga tidak boleh membuat pelanggan hanya membeli saat ada diskon. Jika terlalu sering memberi potongan harga, pelanggan bisa menunda pembelian sampai promo berikutnya.

Agar lebih efektif, buat program yang memiliki batas waktu. Misalnya, pelanggan mendapat voucher yang berlaku selama 14 hari setelah pembelian pertama. Cara ini dapat mendorong pelanggan untuk segera melakukan pembelian ulang.

Lakukan Follow Up Setelah Pembelian

Follow up sangat penting untuk mendorong repeat order. Banyak bisnis kehilangan peluang karena tidak pernah menghubungi pelanggan setelah transaksi pertama. Padahal, follow up bisa membantu bisnis mengetahui apakah pelanggan puas atau tidak.

Jangan langsung mengirim pesan jualan setelah pelanggan membeli. Mulailah dengan menanyakan pengalaman mereka. Misalnya, “Bagaimana pengalaman Bapak/Ibu setelah mencoba produk kami?” atau “Apakah produknya sudah sesuai dengan kebutuhan?”

Pertanyaan sederhana seperti ini membuat pelanggan merasa diperhatikan. Jika pelanggan puas, Anda bisa menawarkan produk lanjutan, paket hemat, atau promo khusus. Jika pelanggan menyampaikan keluhan, Anda bisa segera menyelesaikannya sebelum mereka kecewa lebih jauh.

Follow up yang baik tidak terasa memaksa. Gunakan bahasa yang sopan, ramah, dan relevan. Jangan terlalu sering mengirim pesan karena pelanggan bisa merasa terganggu.

Jaga Kualitas Produk

Kualitas produk menjadi alasan utama pelanggan membeli ulang. Promosi bisa menarik perhatian pelanggan, tetapi kualitas menentukan apakah mereka akan kembali atau tidak. Jika kualitas produk berubah-ubah, pelanggan akan ragu untuk membeli lagi.

Bisnis perlu membuat standar kualitas sejak awal. Standar ini mencakup bahan baku, proses produksi, kemasan, pengiriman, pelayanan, dan penanganan komplain. Semua tim harus memahami standar tersebut agar pelanggan mendapat pengalaman yang konsisten.

Selain menjaga kualitas, bisnis juga perlu mendengarkan masukan pelanggan. Produk baru biasanya masih membutuhkan evaluasi. Pelanggan bisa memberi masukan tentang rasa, ukuran, kemasan, fitur, harga, atau cara penggunaan. Masukan ini dapat membantu bisnis memperbaiki produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Bangun Database Pelanggan

Bisnis yang ingin mendapatkan repeat order perlu memiliki database pelanggan. Database membantu Anda mengetahui siapa yang sudah membeli, produk apa yang mereka beli, kapan mereka membeli, dan seberapa sering mereka melakukan transaksi.

Database sederhana bisa berisi nama pelanggan, nomor WhatsApp, produk yang dibeli, tanggal pembelian, jumlah transaksi, dan catatan kebutuhan pelanggan. Data ini membantu tim sales melakukan follow up dengan lebih tepat.

Misalnya, pelanggan yang membeli produk konsumsi bisa dihubungi kembali sesuai perkiraan waktu habisnya produk. Pelanggan yang membeli produk tertentu bisa mendapat rekomendasi produk pelengkap. Dengan cara ini, penawaran terasa lebih personal dan relevan.

Namun, bisnis juga harus menjaga etika komunikasi. Jangan mengirim pesan terlalu sering. Kirimkan informasi yang benar-benar berguna, seperti edukasi, promo khusus, pengingat pembelian ulang, atau rekomendasi produk yang sesuai kebutuhan pelanggan.

Perkuat Kepercayaan dengan Testimoni

Testimoni dapat membantu produk baru lebih cepat dipercaya. Calon pelanggan biasanya ingin melihat bukti bahwa orang lain sudah mencoba dan merasa puas. Karena itu, bisnis perlu mengumpulkan testimoni sejak awal.

Testimoni tidak harus panjang. Komentar singkat tentang kualitas produk, pelayanan cepat, pengiriman aman, atau manfaat produk sudah bisa membantu meyakinkan calon pelanggan. Anda bisa menampilkan testimoni di media sosial, website, marketplace, katalog, atau materi promosi sales.

Selain testimoni, bisnis juga bisa membuat studi kasus sederhana. Misalnya, bagaimana produk membantu pelanggan menyelesaikan masalah tertentu. Studi kasus seperti ini sangat cocok untuk produk B2B, produk jasa, atau produk yang membutuhkan penjelasan lebih detail.

Semakin banyak bukti kepercayaan yang Anda tampilkan, semakin mudah pelanggan baru merasa yakin untuk mencoba. Setelah mencoba dan puas, peluang repeat order akan semakin besar.

Baca juga: STRATEGI DIGITAL MARKETING MELALUI CONTENT MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN

Evaluasi Strategi Secara Rutin

Strategi marketing produk baru harus terus dievaluasi. Bisnis tidak bisa hanya menjalankan promosi lalu menunggu hasil. Anda perlu melihat data secara rutin agar tahu strategi mana yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki.

Perhatikan beberapa data penting, seperti jumlah pelanggan baru, jumlah pelanggan yang membeli ulang, produk yang paling sering dibeli lagi, promo yang paling efektif, dan keluhan yang paling sering muncul. Data ini akan membantu bisnis membuat keputusan yang lebih tepat.

Jika repeat order masih rendah, cari penyebab utamanya. Pelanggan mungkin belum memahami manfaat produk, kualitas belum konsisten, harga terasa terlalu tinggi, pelayanan kurang cepat, atau bisnis belum melakukan follow up setelah pembelian pertama.

Dengan evaluasi rutin, bisnis bisa memperbaiki masalah lebih cepat. Produk baru membutuhkan perhatian khusus, terutama pada masa awal peluncuran. Semakin cepat Anda memahami respons pasar, semakin besar peluang produk untuk berkembang.

Kesimpulan

Strategi marketing produk baru agar repeat order tidak hanya berbicara tentang promosi, tetapi juga tentang pengalaman pelanggan. Bisnis perlu membuat pelanggan merasa puas sejak pembelian pertama, memahami manfaat produk, dan memiliki alasan kuat untuk membeli kembali.

Untuk mencapai hal tersebut, bisnis perlu membangun kesan pertama yang baik, memberikan edukasi, menjaga kualitas, membuat program pembelian ulang, melakukan follow up, membangun database pelanggan, menampilkan testimoni, dan mengevaluasi strategi secara rutin.

Repeat order menjadi bukti bahwa produk Anda memiliki nilai di mata pelanggan. Jika pelanggan terus membeli ulang, bisnis akan memiliki penjualan yang lebih stabil dan peluang pertumbuhan yang lebih besar. Jika Anda ingin menyusun strategi marketing produk baru yang lebih tepat dan mampu mendorong repeat order, segera konsultasikan kebutuhan bisnis Anda melalui WhatsApp 08185211712. Tim kami siap membantu Anda merancang strategi pemasaran yang lebih efektif agar produk baru tidak hanya laku di awal, tetapi juga terus dibeli oleh pelanggan.

CARA MENINGKATKAN SALES DENGAN WHATSAPP CRM

Artikel Terbaru

Thumb
Teknik Supervisi dalam Penjualan yang Efektif
21/03/2024
Thumb
STRATEGI MARKETING PRODUK BARU AGAR REPEAT ORDER
16/07/2026
Thumb
CARA MENINGKATKAN SALES DENGAN WHATSAPP CRM
14/07/2026
Thumb
TINGKATKAN SALES DENGAN OMNICHANNEL SEDERHANA
11/07/2026
Thumb
STRATEGI MARKETING PRODUK BARU DARI NOL
09/07/2026
Thumb
MEMASARKAN PRODUK BARU DENGAN KONTEN EDUKASI
07/07/2026
logogroeduacademy-150

Alamat: Cito Mall Jl. A. Yani no. 288, Lantai UG blok UB05/03, Surabaya.
Telp: Telp (031) 8703900
WA: 0818521172
Email: groedu@gmail.com

Online Platform

  • Courses
  • Events
  • Instructor
  • User Profile

Links

  • Beranda
  • Kontak
  • News & Articles
  • Produk

Contacts

Enter your email address to register to our newsletter subscription

Icon-facebook Icon-linkedin2 Icon-instagram Icon-youtube
Copyright 2026 Groedu Academy | Supported By Masansoft
Groedu AcademyGroedu Academy